Mien R. Uno Foundation 2019.

DEWAN PEMBINA

HENK UNO

Lahir di Gorontalo, 1 Maret 1936, Razif H. Uno merupakan seorang professional di perusahaan Caltex, yang kini telah berganti nama menjadi Chevron. Pria yang akrab disapa Henk ini menempuh pendidikan teknik sipil Institut Teknologi Bandung. Henk Uno merupakan tokoh dibalik layar kesuksesan istrinya, Mien R. Uno, dan anak-anaknya, Indra C. Uno dan Sandiaga S. Uno. Ia juga merupakan sosok kepala keluarga yang amat cinta kepada keluarganya. Kecintaannya kepada keluarga mendorong Henk Uno untuk mengesampingkan egonya demi mendukung karir sang istri dan mendidik putra-putranya, hingga mampu menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

Henk Uno juga dikenal sebagai sosok yang begitu cinta kepada tanah kelahirannya, Gorontalo. Setelah undur diri dari dunia profesional, Henk banyak meluangkan waktu menengok kota asalnya untuk sekedar bernostalgia, ataupun mencari inspirasi. Suatu hari ketika tengah berada di Gorontalo, Henk Uno berkesempatan menghadiri sebuah seminar di salah satu Universitas disana. Berdasarkan pengamatannya, Henk melihat adanya ketimpangan yang cukup besar dalam bobot diskusi seminar di Gorontalo, dibandingkan dengan seminar di Jakarta, yang disebabkan oleh ketidakmerataan akses dan kualitas pendidikan diberbagai daerah di Indonesia.

Lahir di Gorontalo, 1 Maret 1936, Razif H. Uno merupakan seorang professional di perusahaan Caltex, yang kini telah berganti nama menjadi Chevron. Pria yang akrab disapa Henk ini menempuh pendidikan teknik sipil Institut Teknologi Bandung. Henk Uno merupakan tokoh dibalik layar kesuksesan istrinya, Mien R. Uno, dan anak-anaknya, Indra C. Uno dan Sandiaga S. Uno. Ia juga merupakan sosok kepala keluarga yang amat cinta kepada keluarganya. Kecintaannya kepada keluarga mendorong Henk Uno untuk mengesampingkan egonya demi mendukung karir sang istri dan mendidik putra-putranya, hingga mampu menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

Henk Uno juga dikenal sebagai sosok yang begitu cinta kepada tanah kelahirannya, Gorontalo. Setelah undur diri dari dunia profesional, Henk banyak meluangkan waktu menengok kota asalnya untuk sekedar bernostalgia, ataupun mencari inspirasi. Suatu hari ketika tengah berada di Gorontalo, Henk Uno berkesempatan menghadiri sebuah seminar di salah satu Universitas disana. Berdasarkan pengamatannya, Henk melihat adanya ketimpangan yang cukup besar dalam bobot diskusi seminar di Gorontalo, dibandingkan dengan seminar di Jakarta, yang disebabkan oleh ketidakmerataan akses dan kualitas pendidikan diberbagai daerah di Indonesia.